Lumajang, Jawa Timur — Dampak erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB semakin terlihat nyata. Dari pantauan Wartawan pada Kamis pagi (20/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB menunjukkan Desa Kamar A yang berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak kini hancur total akibat awan panas guguran dan material vulkanik.
Hampir seluruh permukiman rata sepenuhnya dengan tanah. Rumah-rumah warga hanya menyisakan puing dan lantai bangunan. Material berupa pasir, kerikil, dan batu-batu besar memenuhi area desa.
Bangunan Sekolah Dasar di desa itu juga tampak hilang total, tidak tersisa struktur bangunan sedikit pun.
Material panas berupa batu berwarna putih dalam ukuran besar terlihat tersebar di antara reruntuhan rumah. Beberapa bongkahan besar masuk ke bagian dalam rumah warga yang hancur, menunjukkan kuatnya lontaran material saat erupsi.
Jalan aspal menuju desa pun ikut tertutup tebalnya pasir dan batu, sehingga akses menuju lokasi semakin sulit dijangkau tim penyelamat maupun relawan.
Salah satu pengungsi yang kembali melihat kondisi desanya pada Kamis pagi mengungkapkan kondisi terkini Desa Kamar A sebagian besar bangunannya hancur karena erupsi gunung Semeru.
“Desa Kamar A sebagian besar rumah hancur rata dengan tanah, hanya terlihat beberapa rumah yang masih tersisa berdiri tapi kondisi bangunannya rusak parah.”
Kondisi tersebut mempertegas tingkat kehancuran dan risiko tinggi di wilayah terdampak.
Status Semeru dan Tanggap Darurat
Status Gunung Semeru saat ini berada pada Level IV (Awas). Pemerintah Kabupaten Lumajang masih memberlakukan masa tanggap darurat, dengan fokus pada evakuasi lanjutan, pemetaan kerusakan, dan penyediaan kebutuhan dasar bagi ribuan warga terdampak.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati radius bahaya 8 kilometer dari kawah dan menjauhi alur Besuk Kobokan yang menjadi jalur utama material panas.
(Red)











