ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
BIN NEWS
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
BIN NEWS
ADVERTISEMENT
Home Jakarta

Saatnya Wartawan Punya Rumah dan Tidak Dirumahkan

Redaksi by Redaksi
28/04/2025
in Jakarta
0
Saatnya Wartawan Punya Rumah dan Tidak Dirumahkan

JAKARTA – Pendapatan wartawan kini seperti tinta yang menipis di ujung pena. Sejak media cetak ditinggalkan pembaca dan berguguran satu per satu, banyak jurnalis senior—yang dulu terbiasa berlari mengejar berita dengan stamina penuh—kehabisan angin. Transisi ke era digital membawa gelombang perubahan besar. Bukan cuma berita yang berpindah ke layar gawai, tapi juga nasib ribuan wartawan yang menggantungkan hidup pada oplah dan iklan cetak.

Peralihan ke media online, yang semula diharap jadi penyelamat, ternyata tidak cukup kuat mengangkat ekonomi para jurnalis. Platform digital menjanjikan kecepatan dan jangkauan, tetapi sering gagal memberi kestabilan finansial. Gaji rendah, status kerja tak pasti, hingga beban kerja yang terus meningkat jadi wajah baru profesi wartawan masa kini.

Related posts

Wali Kota Agustina Bawa Kota Semarang Jadi Daerah dengan Manajemen Dokumentasi Terbaik dan Akuntabel di Indonesia

Wali Kota Agustina Bawa Kota Semarang Jadi Daerah dengan Manajemen Dokumentasi Terbaik dan Akuntabel di Indonesia

21/05/2026
MENLUA RI SUGIONO MENGECAM KERAS SERANGAN TERHADAP PRAJURIT TNI UNIFIL DI LEBANON

MENLUA RI SUGIONO MENGECAM KERAS SERANGAN TERHADAP PRAJURIT TNI UNIFIL DI LEBANON

31/03/2026

Ironisnya, baik jurnalis muda yang sedang merintis maupun senior yang telah melintasi berbagai zaman sama-sama mengalami kesulitan. Salah satu indikator paling nyata: kesulitan memiliki rumah. Jika dulu wartawan bisa mencicil rumah dengan sepertiga gaji bulanan, kini bahkan lima kali lipat gaji pun tak cukup menutupi cicilan awal. Harga rumah melonjak, dan pendapatan wartawan tak kunjung menyesuaikan. “Ukuran cukup” dalam standar hidup wartawan masa kini nyaris tak menyentuh garis wajar.

Namun, di tengah langit yang tampak kelabu, muncul satu cahaya dari sudut tak terduga. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bergerak. Dengan ketukan pintu ke Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta komunikasi yang efektif via percakapan WhatsApp, PWI Pusat menggolkan sebuah inisiatif konkret: program rumah subsidi bagi wartawan. Bekerja sama dengan Kemen-PKP, BPS, Tapera, BTN, hingga Kemen-Komdigi, program ini menyasar para pekerja media berpenghasilan menengah ke bawah—bagian dari skema Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kerja sama ini bukan sekadar wacana. Dari 1.000 rumah yang direncanakan, Pak Menteri PKP Maruarar Sirait menargetkan sebanyak 100 unit untuk wartawan di Bogor, Tambun, Bekasi, Karawang, Tangerang, dan Serang sudah serah terima kunci pada 6 Mei 2025. Skema pembayarannya ringan: cicilan tetap, bunga flat 5 persen per tahun sampai lunas, uang muka mulai dari 1 persen, bebas PPN dan BPHTB. Syaratnya pun terjangkau: penghasilan maksimal Rp 13–14 juta per bulan.

PWI menegaskan bahwa program ini bukan alat intervensi. Tidak ada barter independensi dengan subsidi. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalis yang menjadi pilar keempat demokrasi. Rumah layak bukan kemewahan—ia adalah hak dasar.

Sebenarnya sejak 2015, sudah lebih dari 1.100 wartawan memiliki rumah melalui program serupa. Namun sempat vakum tujuh tahun menjelang dan saat pandemi Covid-19 serta sesudahnya. Kini, momentum diperluas lagi. Survei ke lokasi telah dilakukan, dan proses pengajuan dilakukan secara transparan melalui BTN tanpa pungutan liar. PWI Pusat menyerukan kepada seluruh pengurus daerah untuk segera mendata anggotanya. Gaspol!

Lebih dari sekadar solusi tempat tinggal, program ini menyasar ketahanan sosial jurnalis. Rumah sendiri bukan hanya soal dinding dan atap, melainkan tempat pulang, tempat tumbuh, tempat stabilitas mental dibangun—yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas kerja jurnalistik. Jurnalis yang tenang hidupnya akan lebih kuat menjaga independensi dan integritas profesi.

Pemerintah pun melihat inisiatif ini sebagai bagian dari strategi menurunkan angka backlog perumahan nasional yang masih menyentuh angka 12,7 juta unit. Dengan kepemilikan rumah yang masih sekitar 60 persen, jurnalis masuk dalam kelompok pekerja semi-formal yang berhak mendapatkan akses layak terhadap hunian.

Kita tahu, rumah bukan segalanya. Tapi tanpa rumah, banyak hal lain jadi rapuh. Sudah waktunya wartawan berhenti jadi tamu di negerinya sendiri. Mari manfaatkan peluang ini. Jika tak sekarang, kapan lagi?

Rumah kecil, tapi milik sendiri. Wartawan juga berhak hidup sejahtera.***

Jakarta — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat terus menunjukkan komitmennya dalam mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk RM. Margono Djojohadikoesoemo. Setelah melakukan penelitian langsung ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan menyusun naskah akademik secara mendalam, SMSI Pusat menggelar Forum Group Discussion (FGD) tatap muka di Ajag Ijig Restaurant, Jl. Ir

FGD ini menjadi momentum penting dalam proses pengajuan, melibatkan berbagai pihak mulai dari akademisi hingga tim riset lapangan. Hadir langsung Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, yang memimpin jalannya diskusi bersama sejumlah akademisi terkemuka, seperti Prof. Alamsyah (Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip Semarang), Prof. Taufiqurrahman (Dosen UMJ), Prof. Andriansyah, dan Dr. Yanuardi Syukur. Turut hadir pula Koordinator tim lapangan KRT. Samsul A. Wijoyosukmo, Sunaryo, S.Pd (SMSI Banyumas), serta DP. Sahuri, SH. Acara ini diikuti oleh 10 peserta yang terdiri dari p

Previous Post

Sendang Kauman, Suruh, Semarang: Warisan Alam Tempat Renang Gratis Anak-anak Desa

Next Post

Pangdam IV/Diponegoro Lantik 805 Prajurit Dua Lulusan Dikmata Gelombang I TA 2025

Next Post
Pangdam IV/Diponegoro Lantik 805 Prajurit Dua Lulusan Dikmata Gelombang I TA 2025

Pangdam IV/Diponegoro Lantik 805 Prajurit Dua Lulusan Dikmata Gelombang I TA 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM PHOTOS

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

FOLLOW US

Currently Playing

RECOMMENDED NEWS

Truk Trailer Tersangkut di Perlintasan Kaligawe, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Tuntutan Ganti Rugi

Truk Trailer Tersangkut di Perlintasan Kaligawe, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Tuntutan Ganti Rugi

3 bulan ago
Duta Pelayanan Hadirkan Pelayanan Prima, Urus STNK di Samsat Semarang 2 Makin Mudah

Duta Pelayanan Hadirkan Pelayanan Prima, Urus STNK di Samsat Semarang 2 Makin Mudah

2 bulan ago
Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Makoramil Karangponcol dan Kolam Renang Yonif 406 di Purbalingga

Pangdam IV/Diponegoro Resmikan Makoramil Karangponcol dan Kolam Renang Yonif 406 di Purbalingga

12 bulan ago
Kodam IV/Diponegoro Hadirkan Solusi Air Bersih untuk Warga Gunung Kidul

Kodam IV/Diponegoro Hadirkan Solusi Air Bersih untuk Warga Gunung Kidul

1 tahun ago

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advetorial
  • Culture
  • Dinner
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Events
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Kisah Hidup
  • Kota Semarang
  • National
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • People
  • Peristiwa
  • Politik
  • Polri
  • TNI
  • Tokoh
  • Travel
  • Uncategorized

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN

No Result
View All Result
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN