Pati, 19 Agustus 2025 — Sebuah video yang diposting akun TikTok @satrio.lereng.mur menuai kontroversi. Dalam tayangan itu, sekelompok orang berbaris menyatakan sikap mendukung penuh Bupati Pati Sudewo sekaligus menolak desakan pelengseran.
Mereka menyebut Sudewo telah menorehkan sejumlah capaian dalam enam bulan kepemimpinannya, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan, pemberian beasiswa untuk 194 mahasiswa, program pertanian, hingga pengerukan sungai.
Namun, video tersebut memicu banyak komentar kritis dari netizen. Akun bernama Google menuliskan: “ketok nek bayaran iyo dari pada nganggur… hehe…” Sementara akun MBT berkomentar: “bayaran ki, bedo karo seng demo wingi murni teko rakyat.”
Komentar-komentar itu menunjukkan adanya keraguan publik terhadap keaslian deklarasi dukungan. Banyak warga menilai aksi tersebut kontras dengan demonstrasi besar sebelumnya, yang dinilai murni lahir dari keresahan rakyat atas kebijakan kenaikan PBB 250%.
Sejumlah kalangan menilai, meski Sudewo berusaha menampilkan pencapaian pembangunan, gaya kepemimpinannya yang dianggap arogan tetap meninggalkan luka di hati masyarakat. Pernyataannya yang menantang rakyat dengan kalimat “Turunkan 50 ribu orang, saya tidak akan mundur” justru semakin memperlebar jarak antara pemimpin dan rakyatnya.
Gelombang protes di Pati menegaskan bahwa masalah yang dihadapi bukan hanya soal program pembangunan, melainkan juga soal cara seorang pemimpin bersikap terhadap masyarakat. Selama kesan arogan dan tidak berpihak masih melekat, tuntutan agar Bupati Sudewo lengser diyakini akan terus menguat.
(Red)











