Jakarta – Pati, binnews.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Bupati Pati, Sadewo, terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api di Jawa Tengah dan beberapa daerah lain.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat ditemui wartawan di Gedung KPK, Jakarta, menyampaikan bahwa pemanggilan dilakukan untuk meminta keterangan langsung dari yang bersangkutan.
“Ada pemanggilan kepada yang bersangkutan hari ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pembangunan jalur kereta api, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Kita tunggu apakah yang bersangkutan bersedia hadir,” kata Budi, Jum’at (22/8).
Sadewo diduga menerima aliran dana suap dari sejumlah proyek pembangunan jalur kereta api yang nilainya mencapai miliaran rupiah. KPK menegaskan akan terus mendalami perkara ini untuk mengungkap pihak-pihak lain yang terlibat.
Sementara itu, di Pati, dukungan moral masyarakat terhadap gerakan anti-korupsi semakin kuat. Di depan Kantor Bupati Pati, posko Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tetap ramai oleh warga yang memberikan dukungan.
Momen haru terjadi ketika seorang nenek datang memberikan sumbangan seikhlasnya. Sumbangan tersebut langsung diserahkan ke posko AMPB untuk membantu biaya keberangkatan warga Pati yang akan berangkat ke Jakarta menggelar aksi di depan Gedung KPK.
Aksi tersebut bertujuan menuntut agar KPK segera memeriksa Bupati Sadewo secara tuntas atas dugaan suap proyek kereta api.
“Bagi kami, ini bukan soal besar kecilnya sumbangan, tapi simbol keikhlasan rakyat kecil untuk memperjuangkan keadilan,” ujar salah satu relawan AMPB.
Gabungan tekanan hukum dari KPK dan gelombang solidaritas rakyat di daerah membuat kasus yang menjerat Bupati Pati semakin menjadi sorotan nasional.











