Semarang, binnews.id — Kepolisian menegaskan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pemotor di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Kota Semarang, pada Sabtu (20/12/2025) dini hari bukan disebabkan aksi balap liar, seperti yang sempat viral di media sosial.
Kasubnit Gakkum I Satlantas Polrestabes Semarang, IPDA Novi, menjelaskan peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 22.45 WIB, Jumat malam (19/12/2025), tepatnya di depan Jalan Tambakboyo Raya, Kota Semarang.
“Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor, Honda Vario dan Yamaha Vega,” ujar Novi dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Vario yang dikendarai Muhammad Abdul (18), warga Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi.
“Diduga pengendara melaju terlalu kencang dan tidak mampu mengendalikan kendaraannya, sehingga menabrak sepeda motor Yamaha Vega yang sedang menyeberang dari arah utara ke selatan,” jelas Novi, Sabtu (20/12).
Pengendara Yamaha Vega diketahui bernama Puryanto (57), warga Tlogosari Kulon, Kota Semarang. Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Sementara itu, pengendara Honda Vario mengalami luka ringan hingga sedang, berupa lebam di wajah, patah tangan kanan, serta jari kaki kiri putus, dan saat ini menjalani perawatan di RS Roemani Semarang.
Secara terpisah, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang AKP Untung Ariyono menepis kabar yang menyebut kecelakaan tersebut akibat aksi balap liar.
“Bukan balap liar. Kendaraan itu melaju sendirian dengan kecepatan tinggi. Dari alat bukti yang kami miliki, bisa dipastikan bukan balapan,” tegas AKP Untung saat dikonfirmasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada klarifikasi resmi, serta mengingatkan pengendara untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. (Red)











