Semarang, binnews.id – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak 27 Desember 2025. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00–10.49 WIB.
Jenazah ditemukan di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang–Baturraden, dekat Batu Watu Langgar dan jurang Kali Lembarang.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data Tim SAR, Syafiq melakukan pendakian secara tektok (satu hari) bersama rekannya Himawan Haidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, tanpa sepengetahuan orang tua.
Di tengah pendakian, Himawan mengalami kram otot, sehingga Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Namun dalam perjalanan turun, Syafiq tersesat dan tidak kembali.
Sementara itu, Himawan akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi lemas di Pos 5 pada Selasa, 30 Desember 2025, dan segera dievakuasi oleh tim penyelamat.
Upaya Pencarian
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Semarang, TNI, Polri, PMI, relawan, dan masyarakat setempat. Tim SAR menyisir area yang cukup luas selama 17 hari, meski menghadapi sejumlah kendala seperti cuaca buruk, kabut tebal, serta medan terjal.
Operasi SAR resmi sempat dihentikan pada 7–9 Januari 2026, namun pencarian tetap dilanjutkan secara mandiri oleh relawan Basecamp Bambangan, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Koordinator Basarnas Semarang, Sugeng, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB di area bebatuan jurang Kali Lembarang,” ujarnya, Rabu (14/1).
Proses Evakuasi
Proses evakuasi jenazah diperkirakan memakan waktu sekitar 8 jam, mengingat kondisi medan yang sulit dan curam. Jenazah direncanakan dibawa menuju RSUD Purbalingga dan diperkirakan tiba sekitar pukul 17.00–18.00 WIB.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan relawan yang telah membantu proses pencarian sejak hari pertama.
Untuk informasi resmi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Basarnas Semarang atau Posko SAR Gunung Slamet. (HD)











