Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang remaja yatim piatu berinisial AAP (17 tahun) diarak oleh warga di Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah kedapatan mencuri empat tandan pisang tanduk. AAP mengaku mencuri karena terpaksa, demi memenuhi kebutuhan makan dirinya dan adiknya yang hidup dalam kondisi sulit.
Setelah kejadian ini menyita perhatian publik dan menuai kecaman luas, Ketua Umum GRIB Jaya, H. Hercules, langsung turun tangan. Pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 05.00 WIB, ia menginstruksikan Ketua DPD GRIB Jaya Jawa Tengah, Adv.Isroi Rois, SH, MH, CPM, CPC, CPCLE, CPL, untuk segera memberikan bantuan dan memastikan pendidikan bagi AAP.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Ketua DPD Jateng bersama Kabid Hukum GRIB Jaya DPD Jateng, Subandi, SH, MH, CPM, dan ketua OKK bung Hasan segera mendatangi rumah AAP guna memberikan bantuan langsung ( sembako) dan menjamin pendidikannya sampai lulus sekolah.
“Jika anak ini mau saya ajak ke Semarang, saya akan menyekolahkannya di pondok pesantren agar ia mendapatkan pendidikan yang layak dan kehidupan yang lebih baik,” ujar Isroi Rois.
Langkah cepat dan kepedulian GRIB Jaya ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan warganet. Banyak pihak yang sebelumnya mengecam perlakuan warga terhadap AAP kini mengapresiasi upaya nyata yang dilakukan GRIB Jaya untuk membantu anak tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya empati dan kepedulian sosial terhadap mereka yang kurang beruntung, serta perlunya solusi yang lebih manusiawi dalam menangani kasus serupa di masa depan. (*/red)











