Kabupaten Semarang, minggu (27/4/25) — Di tengah pesatnya pembangunan fasilitas wisata buatan, Sendang di Desa Kauman, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tetap menjadi primadona bagi warga lokal, terutama anak-anak. Kolam alami yang telah ada sejak lama ini menawarkan tempat berenang gratis yang selalu ramai, terutama di pagi, sore hari dan akhir pekan.
Sendang ini memiliki sejarah panjang bagi masyarakat sekitar. Sejak zaman dahulu, air sendang menjadi sumber kehidupan utama warga, baik untuk kebutuhan mandi, mencuci, maupun irigasi sawah. Keberadaan sendang ini bahkan dipercaya tidak lepas dari tradisi leluhur yang menghargai alam sebagai sumber berkah.
“Sudah dari zaman mbah-mbah kami, sendang ini selalu jadi tempat mandi dan ngumpul. Dulu belum ada kolam renang, ya di sini tempatnya,” tutur salah satu sesepuh desa Kauman.
Dengan airnya yang jernih dan segar langsung dari sumber alami, sendang ini terus dijaga bersama oleh warga. Tidak ada tiket masuk, tidak ada pungutan apa pun — murni sebagai fasilitas umum yang diwariskan dari generasi ke generasi. Anak-anak desa pun setiap hari tampak riang bermain air di sendang, sebuah pemandangan sederhana yang kini mulai langka di daerah lain.
Warga secara gotong royong membersihkan sendang secara berkala untuk menjaga kebersihan dan keamanan pengunjung. Meski sederhana, sendang ini menjadi simbol kuat tentang bagaimana warisan alam dapat terus hidup, selama ada kesadaran kolektif untuk merawatnya.
Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi berenang alami sambil mengenang masa kecil yang bebas, Sendang Kauman di Suruh, Kabupaten Semarang, layak menjadi tujuan.
(Hardi)











