Kendal, Jawa Tengah – Bencana banjir besar melanda Kabupaten Kendal setelah tanggul Kali Bodri jebol pada Selasa dinihari (21/1/2025). Sebanyak 23 desa di empat kecamatan terendam air, memaksa ratusan warga mengungsi ke tempat aman.
Desa-desa terdampak, termasuk Kebonharjo, Kanji, dan Porwosari, mengalami banjir dengan ketinggian mencapai dua meter di beberapa lokasi. Arus deras merusak banyak rumah warga, sementara ribuan lainnya terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.
Tim SAR terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di wilayah terdampak. Pemerintah daerah bersama relawan dan organisasi kemanusiaan telah mendirikan posko pengungsian serta menyalurkan bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.
“Kami mengimbau warga tetap tenang dan mematuhi arahan petugas untuk memastikan keselamatan semua pihak,” ujar Kepala BPBD Kendal.
Agus Riyadi, seorang warga Desa Kebonharjo, menceritakan pengalaman saat banjir datang. “Air datang begitu cepat, kami terpaksa meninggalkan rumah hanya dengan barang-barang penting. Saat ini, kami berlindung di tempat pengungsian bersama keluarga,” ujarnya.
Pemerintah Kendal berjanji untuk segera menangani tanggul yang jebol dan mengupayakan bantuan jangka panjang bagi warga terdampak. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan melaporkan situasi terkini di wilayah masing-masing.
Banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur dan koordinasi darurat untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa mendatang.
(Toni)











