Semarang – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia di bawah Jembatan Kaligarang, Kecamatan Semarang Selatan, pada Selasa (10/6).
Kepala Seksi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi, mengatakan bahwa pengungkapan kasus berlangsung cepat berkat laporan masyarakat dan respons sigap dari Tim Subnit 1 Unit V Resmob Polrestabes.
“Laporan diterima pada sore hari, dan sekitar pukul 23.00 WIB, dua orang berhasil kami amankan di wilayah Banyumanik. Penangkapan dilakukan kurang dari tujuh jam sejak kejadian,” ujar Kompol Agung dalam keterangan pers, Rabu (11/6).
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah orang, termasuk para terduga pelaku, tengah mengonsumsi minuman beralkohol di bawah Jembatan Kaligarang, Kelurahan Barusari. Sekitar pukul 14.00 WIB, istri korban yang berada di lokasi sempat pergi untuk membeli minuman tambahan.
“Saat kembali sekitar satu jam kemudian, pelapor mendapati suaminya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dasar sungai, dengan luka di bagian kepala dan wajah,” jelas Kompol Agung.
Polisi menduga terjadi pertengkaran yang berujung kekerasan fisik. Korban yang diduga dalam pengaruh alkohol disebut sempat menantang berkelahi sebelum dianiaya.
“Korban mengalami luka berat akibat pukulan tangan kosong. Setelah tak sadarkan diri, tubuhnya diduga diseret dan dijatuhkan ke sungai,” ujar Kompol Agung.
Identitas Korban dan Terduga Pelaku
Korban diketahui merupakan pria berusia 32 tahun, warga Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat. Hasil pemeriksaan forensik menyebutkan adanya patah tulang tengkorak dan cedera berat di bagian wajah yang menyebabkan pendarahan otak dan kematian.
Adapun dua orang yang kini diamankan polisi masing-masing berinisial BT (32), seorang buruh yang berdomisili di kawasan Pusponjolo Selatan, dan MAR (28), seorang karyawan swasta yang tinggal di Ngemplak Simongan. Keduanya saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Semarang.
Polisi menyatakan akan terus mendalami kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain jika ditemukan bukti baru.











