Semarang, binnews.id – Polrestabes Semarang melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menggelar Operasi Patuh Candi 2025 selama 14 hari, terhitung mulai 14 hingga 27 Juli 2025, di wilayah hukum Kota Semarang. Hasil operasi tahun ini mencatat sebanyak 3.262 pelanggaran lalu lintas yang berhasil ditindak petugas di lapangan.
Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, menjelaskan bahwa ada 7 jenis pelanggaran kasat mata yang menjadi fokus penindakan dalam operasi ini. Di antaranya adalah pelanggaran melawan arus, tidak menggunakan helm, penggunaan knalpot brong, serta pelanggaran langsung terlihat lainnya.
Operasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti komunitas motor, sopir truk, pengemudi BRT, sekolah, dan pihak terkait lainnya dalam rangka membangun kesadaran tertib berlalu lintas di Kota Semarang.
Menariknya, berdasarkan data yang dihimpun selama operasi berlangsung, jumlah pelanggaran dan angka kecelakaan mengalami penurunan dibandingkan dengan Operasi Patuh Candi tahun sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai indikator positif dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
AKBP Yunaldi berharap, ketertiban lalu lintas yang telah dibangun ini bisa dipertahankan secara berkelanjutan.
“Ini dipertahankan di pasca operasi, jadi tidak saat operasi saja tapi sampai setahun ke depan atau seterusnya. Masyarakat diharapkan tertib berlalu lintas agar tidak merugikan bagi masyarakat,” ungkapnya saat ditemui wartawan di Pos Lantas Simpang Lima Kota Semarang, Rabu (30/7).
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pengendara usia dini yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Makanya anak di bawah umur belum punya SIM jangan berkendaraan, karena memang secara psikologi mereka belum siap. Kadang-kadang kan teori psikologinya seperti itu, anak-anak kalau disalip orang lain, dia enggak mau terima dan emosi,” jelasnya.
Dengan berakhirnya Operasi Patuh Candi 2025, Satlantas Polrestabes Semarang berharap edukasi, pengawasan, dan kerja sama masyarakat terus ditingkatkan guna menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan.











