Pati, binnews.id — Situasi politik di Kabupaten Pati semakin memanas. Rakyat Pati meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah segera mengambil langkah tegas dengan mencopot Bupati Sudewo dari jabatannya. Desakan ini muncul setelah sejumlah insiden yang dianggap memicu keresahan dan perpecahan antarwarga, termasuk tindakan arogan pendukung Sudewo yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap Teguh, anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi saat sidang hak angket DPRD Pati, yang digelar untuk meminta keterangan Bupati Sudewo terkait sejumlah kebijakan kontroversialnya. Kejadian itu memicu kemarahan besar masyarakat, yang menilai tindakan kekerasan tersebut mencederai demokrasi dan kebebasan berpendapat.
Tak hanya itu, beredarnya seruan terbuka di media sosial yang menantang adu kekuatan antar kelompok semakin memperparah situasi. Warga khawatir kondisi ini bisa berubah menjadi benturan horizontal antar sesama rakyat Pati, bila pemerintah tidak segera turun tangan.
Tokoh masyarakat menilai, akar persoalan gejolak di Pati berasal dari sikap Bupati Sudewo yang menolak mundur dari jabatan meski menghadapi penolakan luas. Hal ini menimbulkan ketegangan sosial dan politik yang terus meningkat sejak aksi demonstrasi besar-besaran 13 Agustus 2025 lalu.
“Rakyat Pati sudah sabar, tapi ketika ada pengeroyokan terhadap warga yang menyuarakan haknya, itu sudah keterlaluan. Kami minta Presiden Prabowo dan Gubernur segera mencopot Sudewo agar Pati kembali damai,” ujar aktifis Jateng, minggu (5/10).
Masyarakat menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para pelaku kekerasan, serta menjaga keamanan di seluruh wilayah Pati dari potensi provokasi dan bentrok massa. Warga juga berharap pemerintah pusat segera hadir untuk melindungi rakyat dan menjaga persatuan, sebelum konflik semakin melebar.
Tokoh masyarakat menyampaikan bahwa perpecahan di tengah rakyat tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah pusat diminta hadir sebagai penengah dan pelindung rakyat agar konflik politik tidak berubah menjadi benturan horizontal.
“Rakyat Pati jangan diadu domba. Kami minta Presiden segera ambil langkah tegas agar ketegangan ini tidak semakin melebar. Keselamatan dan kedamaian warga lebih penting dari jabatan siapa pun,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.
Desakan pencopotan Bupati Sudewo kini menjadi tuntutan utama masyarakat, demi terciptanya situasi kondusif, stabilitas keamanan, dan kedamaian rakyat Pati.
(Red)











