Semarang, binnews.id — Warga di Jalan Jolotundo/Medoho, tepatnya di depan Pos RT 04 RW 03 Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, dikejutkan dengan ditemukannya ceceran darah dalam jumlah cukup banyak pada Rabu pagi, 26 November 2025.
Warga dan Ketua RT setempat, Sunardi, menyampaikan bahwa diduga kuat telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) pada dini hari, di atas pukul 01.00 WIB. Dugaan itu muncul setelah ia memeriksa rekaman CCTV milik warga yang terpasang di sisi pos.
“Ndak bisa keliatan mas… kamera CCTV mengarah ke area gang depane. Untuk perkiraan itu karena pas setelah ada baju putih itu terdengar suara ribut-ribut tapi pelan sekali,” ujar Sunardi, rabu (26/11).

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berkaos putih berada di sekitar lokasi kejadian sekira pukul 01.00 WIB lebih. Namun aktivitasnya tidak terekam jelas akibat keterbatasan sudut kamera.
Mengetahui adanya ceceran darah yang mencurigakan, siang hari sekira pukul 14.14 WIB seorang wartawan yang tinggal di daerah Medoho kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolsek Gayamsari, AKP Yuna Ahadiyah. Sekitar 10 menit setelah laporan, personel Reskrim Polsek Gayamsari, Tomy, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Sambirejo, Sugiyanto, menghubungi pelapor untuk memastikan informasi. Tidak lama kemudian, keduanya tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan langsung.
“Apa ada warga terdekat sini yang mendengar atau melihat kejadian itu?” tanya Tomy kepada warga. Namun seluruh warga menyatakan tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut pada dini hari.
Bhabinkamtibmas kemudian meminta rekaman CCTV warga untuk dipelajari lebih lanjut, guna mengungkap penyebab serta pihak yang terlibat dalam kejadian misterius yang meninggalkan ceceran darah di depan pos tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban maupun pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
(Red)











