Semarang, Sabtu 3 Januari 2026 – Di sebuah rumah di Jakarta, seorang ibu lanjut usia tampak duduk di atas kasur sambil menikmati makanan yang disuapkan dengan penuh kesabaran oleh anaknya. Sosok anak itu adalah Jamaludin Azhar, yang sehari-hari bekerja di Universitas Diponegoro, Kota Semarang.
Potret ini menjadi saksi cinta dan bakti yang tak terputus oleh jarak maupun waktu.
Selama 25 tahun, Jamaludin Azhar menjalani rutinitas yang mungkin terasa berat bagi sebagian orang: bolak-balik Semarang–Jakarta setiap bulan. Semua itu ia lakukan demi satu alasan, ibunya.
“Saya rutin 25 tahun bolak balik Semarang–Jakarta, tiap bulan sekali hanya untuk emak,” ujar Jamaludin Azhar dengan nada tenang, namun sarat makna.
Apa yang dilakukan Jamaludin seolah menghidupkan kembali pesan Rasulullah Muhammad SAW yang tertulis dalam narasi foto tersebut, tentang ketulusan bakti seorang anak kepada ibunya:
“Ada orang yang lebih dicintai selain engkau ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Ada! Dia bernama Salman Al Farizy.”
Rasulullah menjelaskan bahwa Salman Al Farizy berasal dari keluarga miskin, namun dengan penuh ketulusan ia menggendong ibunya berjalan berhari-hari melewati panasnya matahari dan dinginnya malam gurun menuju Makkah demi memenuhi keinginan sang ibu untuk berhaji, hingga kulit punggungnya terkelupas.
“Pengabdian yang teramat tulus itulah yang membuatnya menjadi orang yang sangat disayang oleh Allah SWT.”
Kisah tersebut bukan sekadar cerita, tetapi cermin nyata dari nilai birrul walidain, bakti kepada orang tua, yang hidup dalam keseharian Jamaludin Azhar.
Meski ibunya dalam kondisi sehat dan hanya meminta dilayani di atas kasur, Jamaludin tak pernah mengeluh. Baginya, melayani ibu adalah kehormatan, bukan beban.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.”
(HR. Ahmad)
Potret sederhana ini menjadi pengingat bagi kita semua: bakti kepada ibu tidak menunggu beliau sakit, tidak menunggu waktu luang, dan tidak dibatasi jarak. Selama ibu masih ada, selama kita masih mampu, maka setiap langkah menuju orang tua adalah langkah menuju ridha Allah SWT.











