ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
BIN NEWS
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
BIN NEWS
ADVERTISEMENT
Home Kisah Hidup

Kisah “Kampung Mati” Cigerut Kulon: Terisolasi Akibat Longsor, Segelintir Warga Masih Bertahan

Redaksi by Redaksi
02/03/2025
in Kisah Hidup
0
Kisah “Kampung Mati” Cigerut Kulon: Terisolasi Akibat Longsor, Segelintir Warga Masih Bertahan

Kuningan, 2 februari 2025 – Dusun Cigerut Kulon, yang terletak di Desa Cipakem, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kini dikenal sebagai “kampung mati.” Dari 87 rumah permanen yang ada, 83 di antaranya telah kosong dan ditinggalkan penghuninya. Warga memilih pergi setelah bencana longsor memutus akses jalan menuju dusun, membuat kehidupan di sana semakin sulit.

Alasan Warga Pergi dan Mereka yang Bertahan

Related posts

Bakti Tanpa Lelah, 25 Tahun Jamaludin Azhar Pulang Demi Sang Ibu

Bakti Tanpa Lelah, 25 Tahun Jamaludin Azhar Pulang Demi Sang Ibu

03/01/2026
Edwin Super Bejo Bangkit Lewat Bisnis Kuliner dan Dakwah, Tetap Aktif Meski Tak Lagi di Layar Kaca

Edwin Super Bejo Bangkit Lewat Bisnis Kuliner dan Dakwah, Tetap Aktif Meski Tak Lagi di Layar Kaca

12/07/2025

Longsor yang terjadi beberapa tahun lalu menjadi penyebab utama eksodus massal penduduk. Tanpa akses jalan yang layak, warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan akses pendidikan bagi anak-anak mereka. Akibatnya, mayoritas dari mereka memutuskan pindah ke tempat yang lebih aman.

Namun, di balik rumah-rumah kosong yang terbengkalai, beberapa keluarga masih bertahan di Cigerut Kulon. Salah satunya adalah keluarga Teteh Intan. Ia dan keluarganya sempat pindah ke tempat relokasi, tetapi akhirnya kembali ke kampung halamannya.

“Kami sudah mencoba tinggal di tempat lain, tapi di sini kami punya kebun dan ternak. Kalau pindah, kami kehilangan mata pencaharian,” ujar Teteh Intan. “Memang sulit, tapi ini rumah kami, kami terbiasa dengan kehidupan di sini.”

Pendapat serupa diungkapkan oleh Asep, salah satu warga yang juga memilih tetap tinggal. Baginya, meskipun akses sulit, Cigerut Kulon adalah tempat yang penuh kenangan dan satu-satunya tempat yang ia miliki.

“Kalau pergi, kami harus mulai dari nol lagi. Tanah dan rumah ini milik kami, jadi sebisa mungkin kami bertahan,” katanya.

Kehidupan di Tengah Keterbatasan

Bagi para warga yang masih tinggal, kehidupan sehari-hari penuh dengan tantangan. Mereka harus berjalan jauh untuk mendapatkan kebutuhan pokok, dan ketika hujan turun, jalanan semakin sulit dilalui. Tidak ada layanan kesehatan yang mudah dijangkau, sehingga jika ada yang sakit, mereka harus mencari cara sendiri untuk mendapatkan pengobatan.

Meskipun demikian, para penghuni yang tersisa tetap berusaha menjalani hidup seperti biasa. Mereka memanfaatkan hasil kebun dan beternak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beberapa warga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan agar kampung ini tidak sepenuhnya ditinggalkan.

“Kalau jalannya diperbaiki, mungkin yang dulu pindah bisa kembali lagi,” kata Asep. “Kami masih ingin melihat kampung ini hidup kembali.”

Cigerut Kulon kini menjadi gambaran nyata tentang bagaimana bencana alam dapat mengubah kehidupan sebuah komunitas. Meskipun banyak yang telah pergi, segelintir warga masih berjuang untuk mempertahankan kampung mereka, berharap suatu hari tempat ini bisa kembali ramai seperti dulu.

(red)

Previous Post

Sritex Resmi Tutup, 10.669 Karyawan Kehilangan Pekerjaan di Momen Perpisahan Haru

Next Post

Sat Reskrim Polres Demak Sita 32 Kg obat Mercon

Next Post
Sat Reskrim Polres Demak Sita 32 Kg obat Mercon

Sat Reskrim Polres Demak Sita 32 Kg obat Mercon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM PHOTOS

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

FOLLOW US

Currently Playing

RECOMMENDED NEWS

Air Mengalir, Asa pun Tumbuh: Kasad Resmikan Fasilitas Pengairan untuk Petani Brebes

Air Mengalir, Asa pun Tumbuh: Kasad Resmikan Fasilitas Pengairan untuk Petani Brebes

8 bulan ago
Pantau Banjir Juwana, Satpolairud Polresta Pati Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

Pantau Banjir Juwana, Satpolairud Polresta Pati Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

2 bulan ago
Polda Jateng Imbau Peserta Mayday 2025 Tertib dan Damai, Tegaskan Pengamanan Humanis Tanpa Senjata Api

Polda Jateng Imbau Peserta Mayday 2025 Tertib dan Damai, Tegaskan Pengamanan Humanis Tanpa Senjata Api

11 bulan ago
PDG Gaungkan “Menyapa Bangsa dengan Taman Hati”, Perkuat Kebudayaan Nusantara di Kota Semarang

PDG Gaungkan “Menyapa Bangsa dengan Taman Hati”, Perkuat Kebudayaan Nusantara di Kota Semarang

2 bulan ago

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advetorial
  • Culture
  • Dinner
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Events
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Kisah Hidup
  • Kota Semarang
  • National
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • People
  • Peristiwa
  • Politik
  • Polri
  • TNI
  • Tokoh
  • Travel
  • Uncategorized

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN

No Result
View All Result
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN