SOLO, binnews.id – Pura Mangkunegaran menggelar upacara adat Tingalan Jumenengan ke-4 KGPAA Mangkunegara X pada Selasa, 27 Januari 2026, di Pendhapa Ageng Pura Mangkunegaran. Prosesi sakral berlangsung pukul 09.00–12.30 WIB, dihadiri 800 tamu undangan, serta disiarkan langsung melalui platform digital agar dapat disaksikan masyarakat umum.
Rangkaian upacara diawali dengan penampilan Korps Musik Korem 071/Warastratama dan Royal Defile Bregodo Mangkunegaran yang melibatkan sekitar 80 prajurit, diiringi gamelan khas Mangkunegaran.
Prosesi inti meliputi Lenggah Jumeneng sebagai pengukuhan Mangkunegara X di singgasana, dilanjutkan Tari Bedhaya Anglir Mendhung, Wilujengan Ageng, serta Sabda Dalem, penerimaan kekancingan, dan jangkar dalem.
Dalam sabda dalem, Mangkunegara X menegaskan bahwa kebahagiaan sejati tidak semata-mata berasal dari pencapaian.
“Kebahagiaan bukan sesuatu yang dikejar dengan tergesa, tetapi dijalani sebagai sebuah laku,” ujar Mangkunegara X, Selasa (27/1).
Menurutnya, kebahagiaan tumbuh dari kesadaran akan diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungan. Kesadaran tersebut memungkinkan manusia untuk hadir sepenuhnya pada masa kini atau eling lan waspada, sehingga budi, rasa, dan laku dapat berjalan selaras serta bertanggung jawab terhadap kehidupan bersama.
“Dari kesadaran yang hidup, akan terpancar tata krama. Sikap hormat, andap asor, dan keramahan bukan sekadar kebiasaan lahiriah, tetapi cerminan dari hati yang sadar,” katanya.
Mangkunegara X juga mengingatkan pentingnya setiap manusia memiliki tujuan hidup tanpa kehilangan arah dan cara dalam mencapainya.
“Seperti falsafah penunggang kuda, arah harus dipahami, langkah dijalani dengan konsisten, dan kerja keras ditempuh dengan ketekunan,” ujarnya.
Upacara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama istri Selvi Ananda, PB XIV Mangkubumi (Hangabehi), GKR Koes Murtiyah Wandansari, GKR Paku Alam X, Sherina Munaf, Bambang Wuryanto (Pacul), serta Wali Kota Solo Respati Ardi bersama istri Venessa Winastesia.
Selain tamu kehormatan, sekitar 1.000 warga lokal yang terdiri dari pelajar SMP, komunitas budaya, prajurit, dan tokoh spiritual turut terlibat dalam rangkaian kegiatan. Secara keseluruhan, jumlah partisipan mencapai sekitar 1.800 orang.
Tingalan Jumenengan ke-4 ini menjadi momentum refleksi perjalanan kepemimpinan KGPAA Mangkunegara X, sekaligus wujud komitmen Pura Mangkunegaran dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Jawa. (Red)











