Yogyakarta, binnews.id – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas Gunung Merapi masih tergolong tinggi dengan status Level III (Siaga) pada Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan visual dan seismik, tercatat puluhan kali guguran lava dengan jarak luncur hingga 1,7 kilometer ke arah Kali Krasak dan Kali Bebeng. Selain itu, awan panas guguran (APG) juga teramati meluncur sejauh maksimum 1,6 kilometer ke sektor selatan–barat daya.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyatakan bahwa aktivitas erupsi efusif masih berlangsung dengan suplai magma yang relatif stabil.
“Erupsi efusif Gunung Merapi masih berlangsung dengan suplai magma yang relatif stabil, sehingga potensi guguran lava dan awan panas guguran tetap perlu diwaspadai, khususnya di sektor selatan hingga barat daya,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat aktivitas tersebut.
“Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun dampak kerusakan yang signifikan, namun masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan,” tambahnya.
BPPTKG menjelaskan potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas guguran di sejumlah alur sungai, antara lain Sungai Boyong dengan potensi jangkauan hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan potensi hingga 7 kilometer. Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar hujan, terutama saat terjadi curah hujan di kawasan puncak.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, BPPTKG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, khususnya pada radius 3 hingga 7 kilometer di sektor selatan–barat daya. Warga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana, mengikuti simulasi evakuasi, serta memantau informasi resmi melalui kanal BPPTKG dan pos pengamatan terdekat. (Red)











