Kota Semarang, binnews.id – TNI Angkatan Darat melalui program “Jembatan Garuda” kembali hadir memulihkan infrastruktur vital yang terdampak bencana banjir. Di Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Satuan TNI AD bersama Pemerintah Daerah dan unsur masyarakat setempat menggelar pembangunan jembatan penghubung RW 6 dan RW 7 yang sebelumnya terputus akibat jembatan hanyut diterjang banjir.
Program ini dilaksanakan di bawah komando Komandan Kodim 0733/BS Kota Semarang, Kolonel Inf Priyo Handoyo, S.Sos., M.Si.Jembatan Garuda yang dibangun di lokasi Mangkang Wetan merupakan bagian dari program nasional TNI AD untuk mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten/Kota Semarang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Wilayah Sungai/BWSS, Kejaksaan Tinggi (KaJati), Camat Tugu, serta organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila PAC Tugu Kota Semarang. Kehadiran para stakeholder tersebut menunjukkan sinergitas antara aparat keamanan, penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Dalam pelaksanaan pembangunan, jembatan darurat Garuda dirancang dengan kapasitas beban yang lebih baik dibanding konstruksi sebelumnya, sehingga diharapkan mampu mendukung mobilitas warga, akses kegiatan ekonomi, dan pelayanan sosial di RW 6 dan RW 7.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk pembinaan teritorial TNI AD yang langsung menyentuh lapisan masyarakat bawah, sekaligus memperkokoh semangat gotong royong dan persatuan nasional di wilayah Kota Semarang.
“Dengan hadirnya kembali jembatan penghubung RW 6 dan RW 7 Mangkang Wetan, diharapkan aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, distribusi barang, akses ke sekolah, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan normal kembali,” ujar Komandan Kodim 0733/BS Kota Semarang Kolonel Inf Priyo Handoyo, S.Sos., M.Si. rabu (1/4).
Program Jembatan Garuda TNI AD menjadi bukti nyata keterlibatan TNI dalam memulihkan infrastruktur dan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat pascabencana. (Red)











