Semarang, binnews.id — Kebakaran melanda kawasan Pasar Kanjengan atau Pasar Kranggan yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, pada Rabu malam (29/4/2026) sekitar pukul 22.55 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah kios dan lapak terbakar.
Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, api pertama kali terlihat sekitar pukul 22.55 WIB di area kompleks Pasar Kranggan yang merupakan bagian dari kawasan Pasar Johar Semarang. Api kemudian dengan cepat merambat ke kios-kios di sekitarnya.
Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel dan armada ke lokasi kejadian.
“Seluruh anggota sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Armada dari pos induk kami kerahkan, termasuk unit penyelamatan,” ujarnya.
Hingga menjelang tengah malam, petugas masih berupaya memadamkan api serta mencegah penyebaran ke bangunan lain. Belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah kios dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran bersama kepolisian melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Dugaan sementara, api cepat membesar karena sebagian bangunan kios terbuat dari material yang mudah terbakar, seperti kayu dan triplek. Selain itu, kemungkinan adanya gangguan instalasi listrik juga masih didalami.

Sejumlah saksi mata menyebut api muncul dari salah satu kios di bagian tengah pasar sebelum akhirnya membesar.
“Saya melihat percikan api dari kios bagian tengah. Tidak lama kemudian api membesar dan merambat ke kios lain,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Warga sekitar juga menyebut asap tebal sempat menyulitkan proses evakuasi.
“Asapnya sangat tebal, sehingga kami segera keluar rumah dan membantu menyelamatkan barang yang masih bisa dibawa,” kata salah seorang warga.
Kondisi Terkini
Hingga Kamis dini hari (30/4/2026), petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada sisa api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pemerintah Kota Semarang melalui instansi terkait saat ini melakukan pendataan terhadap kerugian serta berkoordinasi dengan pengelola pasar dan aparat wilayah setempat.
Pemkot juga mengimbau pengelola pasar tradisional untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mencegah kejadian serupa. (Red)











