ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
BIN NEWS
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
BIN NEWS
ADVERTISEMENT
Home Polri

Polres Demak Latih Personel Tangani Komplain Secara Humanis

Redaksi by Redaksi
15/09/2026
in Polri
0
Polres Demak Latih Personel Tangani Komplain Secara Humanis

Demak, binnews.id – Polres Demak, membekali personelnya dengan kemampuan menangani komplain atau keluhan masyarakat. Pelatihan tersebut digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).

Pelatihan Handling Complaint itu diikuti Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek, serta perwakilan personel dari bagian, satuan, fungsi, dan Polsek jajaran.

Related posts

Mengenal Kombes Pol Sigit, Kapolresta Pati: Dari Sukoharjo, Surakarta hingga Memimpin Pati

Mengenal Kombes Pol Sigit, Kapolresta Pati: Dari Sukoharjo, Surakarta hingga Memimpin Pati

11/09/2026
Enam Pejabat Polres Demak Bergeser, Kapolres Minta Utamakan Pelayanan Humanis

Enam Pejabat Polres Demak Bergeser, Kapolres Minta Utamakan Pelayanan Humanis

29/08/2026

Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut. Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi masyarakat, terutama ketika menerima keluhan, kritik, maupun ketidakpuasan terhadap pelayanan Kepolisian.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, tuntutan masyarakat terhadap kinerja Polri semakin tinggi seiring keterbukaan informasi.

Menurut dia, setiap fungsi Kepolisian memiliki persoalan pelayanan yang berbeda. SPKT, misalnya, berhadapan dengan keluhan mengenai sikap anggota dan prosedur pelaporan. Fungsi Reskrim menghadapi keluhan terkait penanganan perkara dan perkembangan penyidikan.

Keluhan juga dapat muncul dalam pelayanan Lalu Lintas, Intelijen, Bhabinkamtibmas, pelayanan perizinan dan SKCK, hingga Propam.

“Komplain bukanlah upaya untuk menyudutkan institusi kita, melainkan wujud kepedulian dan harapan masyarakat agar pelayanan kita menjadi lebih baik,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, banyaknya komplain bukan satu-satunya ukuran buruknya pelayanan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana anggota merespons keluhan tersebut.

“Respons yang defensif, reaktif, atau emosional, justru dapat memperbesar persoalan, terutama ketika keluhan kemudian menyebar melalui media sosial. Sebaliknya, respons yang tenang, empatik, dan memberikan solusi dapat menjadi pintu untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Vita Mayastinasari mengungkapkan bahwa penilaian masyarakat terhadap Polri tidak hanya dibentuk oleh ukuran kinerja internal. Persepsi masyarakat terhadap pengalaman mereka ketika berinteraksi dengan polisi juga memiliki pengaruh besar.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menilai polisi secara selektif berdasarkan pengalaman, latar belakang, sikap, dan apakah mereka merasa terbantu ketika mendapatkan pelayanan.

Kondisi tersebut membuat satu pengalaman buruk dapat memengaruhi persepsi terhadap institusi secara lebih luas. Terlebih apabila keluhan yang tidak tertangani kemudian disampaikan melalui media sosial dan menjadi viral.

Meski demikian, Dr. Vita meminta personel tidak berkecil hati menghadapi pemberitaan negatif. Konsistensi memberikan pelayanan yang baik, menurut dia, dapat menjadi pengalaman langsung yang mengubah persepsi masyarakat.

“Ketika bertemu dengan polisi dan ternyata tidak sesuai dengan yang didengar atau dilihat di televisi, masyarakat akan mengatakan, oh, polisi ternyata tidak begitu. Ternyata masih banyak polisi yang baik,” ujarnya.

Selain kemampuan menangani komplain, Dr. Vita menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tugas.

Menurut dia, motivasi, pengetahuan, dan keterampilan harus berjalan bersama integritas. Tanpa integritas, kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan cukup untuk menghasilkan pelayanan yang baik.

Karena itu, anggota Polri dituntut menjadi individu pembelajar. Pengetahuan dan keterampilan harus terus diperbarui karena perubahan situasi dan tuntutan masyarakat berlangsung cepat.

“Tanpa integritas, motivasi itu menjadi berbahaya. Tanpa kapasitas, pengetahuan itu enggak ada gunanya. Tanpa pengetahuan, pengalaman itu menjadi buta,” kata Dr. Vita.

Ia juga mengingatkan personel agar tidak hanya mengejar banyaknya pekerjaan yang diselesaikan. Efisiensi proses, penggunaan sumber daya, serta kualitas hasil pekerjaan perlu menjadi perhatian.

Prinsip tersebut, menurut dia, juga berlaku dalam menangani komplain masyarakat. Penyelesaian keluhan tidak cukup berhenti pada persoalan yang disampaikan warga.

“Tidak hanya menangani komplain, tapi kita harus menemukan akar masalahnya sehingga komplain-komplain yang sejenis itu tidak muncul,” ujarnya.

Dr. Vita menilai perubahan kualitas pelayanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Salah satunya melalui penerapan senyum, sapa, dan salam dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Namun, sikap tersebut tidak boleh sekadar menjadi formalitas. Masyarakat, kata dia, dapat merasakan apakah keramahan seorang anggota diberikan dengan tulus atau hanya karena tuntutan pekerjaan.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi personel untuk belajar, berdiskusi, dan menginternalisasi nilai-nilai pelayanan sehingga perubahan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Kapolres Demak sebelumnya juga meminta peserta tidak menjadikan pelatihan sebagai rutinitas kedinasan semata. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam menghadapi masyarakat yang marah, kecewa, maupun menyampaikan keluhan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini kita bisa mulai mencoba, belajar, dan menginternalisasi dalam diri kita, sehingga hal-hal kecil yang kita lakukan memberikan makna yang besar dan menjadi kebiasaan,” kata Dr. Vita.

Munthohar_Ershi

Tags: DemakKapolres demakPelatihan Handling ComplaintPenanganan komplainPolres demak
Previous Post

Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

Next Post

Data Desil Dipersoalkan, DPRD Semarang Dorong Validasi dan Verifikasi Berbasis Fakta

Next Post
Data Desil Dipersoalkan, DPRD Semarang Dorong Validasi dan Verifikasi Berbasis Fakta

Data Desil Dipersoalkan, DPRD Semarang Dorong Validasi dan Verifikasi Berbasis Fakta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM PHOTOS

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

FOLLOW US

Currently Playing

RECOMMENDED NEWS

Polda Jateng Latih 185 Polwan Jadi Unit Negosiator, Siap Kawal Aspirasi Secara Humanis Dengan Empati

Polda Jateng Latih 185 Polwan Jadi Unit Negosiator, Siap Kawal Aspirasi Secara Humanis Dengan Empati

5 bulan ago
Polres Jepara All Out Amankan Pertandingan BRI Super League Persijap vs Borneo FC

Polres Jepara All Out Amankan Pertandingan BRI Super League Persijap vs Borneo FC

4 bulan ago
Ribuan Sopir Truk Kepung Semarang, Tolak Penerapan Kebijakan Zero ODOL

Ribuan Sopir Truk Kepung Semarang, Tolak Penerapan Kebijakan Zero ODOL

1 tahun ago
Plafon Kelas SDN Jatingaleh 01 Ambrol, Dinas Pendidikan Siapkan Asesmen dan Perbaikan

Plafon Kelas SDN Jatingaleh 01 Ambrol, Dinas Pendidikan Siapkan Asesmen dan Perbaikan

9 bulan ago

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advetorial
  • Culture
  • Dinner
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Events
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Kisah Hidup
  • Kota Semarang
  • National
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • People
  • Peristiwa
  • Politik
  • Polri
  • TNI
  • Tokoh
  • Travel
  • Uncategorized

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN

No Result
View All Result
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN