Grobogan, binnews.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mendorong kemandirian warga binaan melalui program ketahanan pangan. Berbagai hasil produksi berupa kangkung, bayam, telur, dan ikan lele Mutiara dipasarkan kepada masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) dan mendapat sambutan positif dari pengunjung.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terlibat secara langsung dalam proses produksi, perawatan hingga pemasaran hasil ketahanan pangan. Melalui kegiatan ini, keterampilan warga binaan terus dikembangkan sebagai bekal untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menyampaikan bahwa pemasaran hasil ketahanan pangan di CFD merupakan langkah untuk memperluas pemanfaatan hasil pembinaan sekaligus mengenalkan produk warga binaan kepada masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ketahanan pangan ini terus berkembang, tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman kepada warga binaan dalam mengelola usaha mulai dari produksi hingga pemasaran. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk hidup mandiri,” ujar Erik Murdiyanto.
Antusiasme masyarakat terhadap produk yang ditawarkan menjadi motivasi bagi Lapas Purwodadi untuk terus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan program ketahanan pangan. Hari ini spesial pengunjung juga dapat memanen bayam secara langsung di Lapas Purwodadi.
Lapas Purwodadi tentunya terus memberikan program pembinaan yang terbaik kepada warga binaan sebagai landasan dan modal yang bisa dimanfaatkan saat mereka bebas.
“Komitmen kami terus memberikan modal pembinaan kemandirian yang terbaik untuk warga binaan, sehingga dapat bermanfaat dan menjadi bekal saat mereka bebas serta meminimalisir pengulangan tindak pidana,” pungkasnya, minggu (20/9).
















