Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, kini memiliki destinasi wisata baru bernama “Panorama” yang menarik perhatian banyak pengunjung. Dulunya, lokasi ini merupakan sumber mata air yang kumuh dan tidak terawat, sering dijadikan tempat pembuangan sampah dan kotoran ternak. Sumber air yang dikenal sebagai Umbul Sungsang ini juga dikelilingi oleh semak belukar dan dua pohon beringin besar, menambah kesan angker sehingga jarang dikunjungi masyarakat.
Pada tahun 2022, keprihatinan terhadap kondisi tersebut mendorong Sopan Pras, seorang pengelola wisata, untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Nepen. Mereka sepakat mengubah area tersebut menjadi tempat wisata yang menarik. Pembangunan dilakukan selama delapan bulan, dan pada Lebaran 2023, “Panorama” resmi dibuka untuk umum. Sejak itu, tempat ini menjadi magnet bagi wisatawan, dengan jumlah pengunjung mencapai 1.500 orang per hari pada akhir pekan.
“Panorama” menawarkan berbagai wahana air, termasuk kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, serta permainan air lainnya. Keindahan alam sekitar yang asri dan air yang jernih menambah daya tarik tempat ini. Selain itu, rencananya akan ditambahkan fasilitas baru seperti area outbound untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga mengubah citra Desa Nepen dari area yang kumuh menjadi destinasi wisata yang bersih dan menarik. “Keindahan alam yang kita miliki harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Sopan Pras, pengelola “Panorama”.
Dengan adanya “Panorama”, Boyolali menambah daftar destinasi wisata air yang dapat dikunjungi wisatawan, sejalan dengan daerah tetangga seperti Klaten yang dikenal sebagai surga wisata air.
Kini, “Panorama” menjadi contoh sukses bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dapat mengubah lingkungan yang tidak terawat menjadi aset wisata yang berharga, memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas setempat. (Hardi)











