Semarang — Warga Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, harus bersabar menghadapi krisis air bersih setelah mesin sumur artesis yang dikelola pihak kelurahan mengalami kerusakan. Suparno, Ketua Pengurus Air Artesis Kelurahan Sambirejo, menyampaikan bahwa perbaikan mesin kemungkinan membutuhkan waktu hingga lima hari, terhitung sejak Rabu (5/2/2025).
“Mesin rusak, dan kami akan cek bagian elektroniknya. Perbaikan mungkin memakan waktu hingga empat atau lima hari,” jelas Suparno saat dihubungi jurnalis melalui WhatsApp, Rabu (5/2).
Krisis ini semakin menyulitkan warga setelah sebelumnya pada Minggu (2/2), pasokan air sempat mati total dari pagi hingga sore. Kini, kerusakan mesin memperparah kondisi tersebut. Sebagian besar warga bergantung pada air artesis untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak.
“Warga sudah kesulitan sejak beberapa hari lalu. Sekarang malah harus menunggu sampai lima hari lagi. Kami berharap perbaikan bisa segera selesai,” ungkap salah satu warga.
Warga mendesak pihak pengelola untuk mempercepat proses perbaikan demi memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi. Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai kapan pasokan air kembali normal.
(red)











