Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi menyepakati penyelesaian konflik internal yang selama ini memecah kepemimpinan organisasi. Kedua kubu sepakat untuk menggelar kongres persatuan pada Agustus 2025 mendatang.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam negosiasi maraton di Jakarta pada Jumat malam (16/5), antara Ketua Umum PWI hasil Kongres Bandung, Hendry Ch Bangun, dan Ketua Umum PWI hasil Kongres Luar Biasa, Zulmansyah Sekedang. Proses mediasi dipimpin oleh anggota Dewan Pers, Dahlan Dahi.
Negosiasi berlangsung selama sekitar empat jam dan sempat diwarnai perdebatan sengit, namun tetap diselingi tawa dan semangat rekonsiliasi. Hasilnya, kedua tokoh menandatangani dokumen yang dinamai Kesepakatan Jakarta, yang ditandatangani di atas materai dalam tiga rangkap.
“Bang Hendry dan Bang Zul konsisten dengan prinsip masing-masing. Tapi kebesaran jiwa dan tanggung jawab terhadap pers Indonesia menjadi titik temu,” kata Dahlan Dahi.
Hendry menegaskan pentingnya PWI melangkah ke depan dan keluar dari bayang-bayang konflik. “Semua harus melihat ke depan dengan semangat persatuan. Program kerja PWI yang sempat tertunda selama setahun harus kembali berjalan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Zulmansyah. Ia berharap PWI kembali solid dan harmonis. “Ini hasil yang luar biasa, sejarah bagi PWI. Semoga PWI kembali guyub dan bersatu, baik di pusat maupun daerah,” ucapnya.
Dokumen Kesepakatan Jakarta menyebutkan bahwa kesepakatan ini dilandasi oleh semangat ketulusan, keikhlasan, serta tanggung jawab sebagai anggota PWI dan warga negara. Kongres persatuan Agustus nanti diharapkan menjadi titik balik bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia itu.
(Red)











