Jakarta – Ratusan warga Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (1/9). Mereka menuntut percepatan penanganan dugaan korupsi DJKA yang menyeret nama Bupati Pati, Sudewo.
Dengan menumpang 10 bus dari Pati, massa tiba di Jakarta sejak pagi. Mereka membawa poster dan spanduk bertuliskan “Tangkap Bupati Sudewo” serta bendera bertuliskan “Save Pati”. Aksi dimulai sekitar pukul 08.45 WIB dengan suasana tertib, bahkan diwarnai selawat bersama.
Koordinator aksi, Supriyono atau Botok, menyebut bahwa aksi ini murni dorongan masyarakat. “Kami tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang terindikasi korupsi. Kami datang ke KPK untuk meminta penegakan hukum yang adil dan transparan,” ujarnya di depan gedung KPK.
Menanggapi aksi tersebut, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa proses hukum terhadap Sudewo masih berjalan.
“Penyidikan masih berproses. Kami pastikan semua penanganan perkara dilakukan secara cermat, profesional, dan sesuai aturan hukum. KPK juga terbuka terhadap informasi dari masyarakat,” kata Budi dalam keterangannya, senin (1/9).
Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu mendapat pengawalan aparat kepolisian. Kapolres Metro Jakarta Selatan mengimbau massa untuk kembali ke Pati setelah aspirasi disampaikan. “Kami minta masyarakat pulang dengan tertib. Soal hukum, biarlah KPK yang bekerja,” ujarnya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dan kembali ke Pati dengan bus yang telah disiapkan.
(red).











