Pati, binnews.id – Situasi di Kabupaten Pati kian memanas pasca pengeroyokan terhadap Teguh, anggota Aliansi Masyarakat Peduli Bribin (AMPB), di depan Gedung DPRD Pati pada Kamis (2/10/2025). Kini, rumah milik Teguh dilaporkan dibakar oleh dua orang tak dikenal pada Sabtu dini hari (4/10/2025).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi dan keluarga korban, dua pelaku datang mengendarai sepeda motor Honda Vario, lalu menyiramkan bahan bakar bensin dan menyalakan api di bagian depan rumah. Api sempat membesar namun berhasil dipadamkan keluarga yang terbangun karena mendengar suara adzan subuh.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun bagian teras rumah mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Kuasa hukum AMPB, Syaiful Huda, menilai aksi pembakaran ini berkaitan erat dengan pengeroyokan sebelumnya yang dialami Teguh.
“Korban tidak punya masalah pribadi. Kami menduga kuat ini adalah teror yang direncanakan, terkait sikap kritis Teguh terhadap kebijakan pemerintah daerah,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (4/10).
Syaiful juga menyebut, rekaman CCTV di sekitar lokasi memperlihatkan dua pelaku mengenakan masker. Ia meminta Kapolres Pati Kombes Pol Jaka bertindak tegas menangkap para pelaku dan memberikan perlindungan hukum bagi korban beserta keluarganya.
“Jika kepolisian tidak segera bertindak, kami khawatir muncul keresahan baru di masyarakat. Kami juga mendesak agar kasus ini diusut tuntas, termasuk siapa aktor intelektualnya,” tegasnya.
Sementara itu, Polres Pati melalui keterangan singkatnya menyatakan telah melakukan olah TKP dan pengumpulan barang bukti, termasuk rekaman CCTV. Kasus ini kini ditangani oleh Satreskrim Polres Pati.
“Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh. Dugaan pembakaran dan pengeroyokan ini ditangani serius. Kami minta masyarakat tenang dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” ujar kasat reskrim Pati saat dikonfirmasi.
Aktivis AMPB lainnya menyatakan kekecewaannya atas lambannya proses hukum terhadap pengeroyokan yang terjadi dua hari sebelumnya. Mereka mendesak penetapan tersangka segera dilakukan.
“Kami ingin keadilan ditegakkan. Kalau Kapolres tidak mampu menangkap pelaku, sebaiknya mundur dari jabatannya,” ucap salah satu aktivis AMPB.
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Pati Sudewo dan pihak Pemkab Pati belum memberikan keterangan resmi atas dugaan keterlibatan pendukungnya dalam peristiwa tersebut.
Semua pernyataan dari pihak AMPB masih bersifat klaim sepihak dan membutuhkan pembuktian hukum. Publik diimbau menunggu hasil penyelidikan resmi Polres Pati agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.











