Jakarta, binnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara terkait suhu udara panas yang belakangan ini dirasakan warga di berbagai daerah Indonesia. Suhu mencapai 36 hingga 36,6 derajat Celcius tercatat di beberapa stasiun pengamatan, termasuk Stasiun Meteorologi Tardamu Nusa Tenggara Timur, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, dan Stasiun Meteorologi Kertajati.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan, fenomena suhu tinggi ini bukan gelombang panas, melainkan dampak dari masa peralihan musim atau pancaroba. Pada periode ini, intensitas penyinaran matahari meningkat karena langit cenderung cerah tanpa tutupan awan tebal.
“Kondisi panas ini wajar terjadi pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Radiasi matahari yang kuat serta berkurangnya kelembapan udara menyebabkan suhu siang terasa lebih menyengat,” kata Guswanto dalam keterangan resmi BMKG, rabu (15/10/2025).
BMKG mencatat, fase pancaroba diperkirakan berlangsung hingga 16 Oktober 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia. Akibatnya, pola cuaca menjadi tidak menentu — siang hari panas ekstrem, sementara sore hingga malam berpotensi turun hujan lokal dengan petir atau angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta menjaga kesehatan selama kondisi panas ekstrem. BMKG juga mengingatkan agar warga:
Menghindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, terutama pukul 10.00–15.00 WIB
Memperbanyak konsumsi air putih
Menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian berbahan ringan
Memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG
BMKG memastikan pemantauan suhu udara dan potensi cuaca ekstrem terus dilakukan secara berkala untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
(Red)











