Kepahiang, binnews.id – Langkah tegas Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, dalam memasang stiker bertuliskan “Keluarga Penerima Bantuan Sosial” di rumah-rumah penerima Bansos menuai sorotan positif dari publik di berbagai daerah.
Program yang dianggap transparan dan berani ini kini viral di media sosial dan dipuji sebagai terobosan efektif untuk memastikan bantuan sosial (Bansos) lebih tepat sasaran.
Sejak diterapkan dua hari lalu, hingga Selasa (21/10/2025), tercatat lebih dari 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memilih mundur secara sukarela dari daftar penerima bantuan setelah rumah mereka ditempeli stiker tersebut.
Kepala Dinsos Kabupaten Kepahiang, H. Helmi Johan, M.Pd, mengatakan program ini adalah bagian dari verifikasi dan validasi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
“Seperti hari ini kita lakukan di Kelurahan Pasar Kepahiang, sebelumnya sudah di Padang Lekat. Ada yang protes, ya wajar. Tapi setelah diberi pemahaman bahwa masih banyak anak yatim dan kaum duafa yang lebih membutuhkan, sebagian besar akhirnya mundur secara sadar. Kami sangat mengapresiasi hal ini,” ujarnya.
Helmi menambahkan, data 300 KPM yang mundur tersebut telah diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pembaruan data penerima bantuan.
Langkah Dinsos Kepahiang ini kemudian ramai diperbincangkan dan mendapat banyak tanggapan positif dari masyarakat di berbagai daerah.
Sejumlah warganet menilai kebijakan tersebut tepat dan layak ditiru oleh daerah lain.
Beberapa komentar publik yang ramai di media sosial di antaranya:
“Kenapa nggak seluruh penerima Bansos di Indonesia dipasang stiker yang besar di rumahnya,” tulis @UlaLalok.
“Di Jawa Timur, Malang, sudah dari dulu dipasang stiker. Memang yang betul-betul penerima bantuan, nggak apa-apa, yang wajib saja luar biasa,” komentar @SumarsihSumarsih.
“Langkah top, tapi kenapa nggak dari dulu aja dipasang stiker segede gaban biar langsung pada mundur,” tulis @Matahari disertai emoji tawa.
“Kapan di daerah Tangerang BIKIN kaya gini, pasang stiker biar jelas penerimanya,” ujar @Damos.
“Seharusnya di Jawa Barat pun dipakai stiker, karena banyak penerima Bansos-nya justru orang yang mampu,” tambah @MardianaiisLis.
Komentar-komentar tersebut menunjukkan dukungan luas publik terhadap penerapan sistem stiker transparansi penerima Bansos.
Kebijakan ini dinilai mampu menumbuhkan kesadaran sosial, sekaligus mendorong masyarakat yang tergolong mampu agar rela mundur dan memberi ruang bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
Bahkan, dukungan juga datang dari luar Bengkulu.
Ardi, warga Kota Semarang, Jawa Tengah, mengaku kagum dan berharap langkah serupa bisa dilakukan oleh pemerintah daerahnya.
“Kapan Kepala Dinas Sosial Kota Semarang berani seperti Kepala Dinas Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Kebijakan Dinsos Kepahiang dinilai sebagai contoh nyata keberanian daerah dalam menegakkan prinsip keadilan sosial dan transparansi bantuan pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Dinsos di daerah lain, termasuk Kota Semarang, agar berani menerapkan kebijakan serupa demi ketepatan sasaran dan keadilan sosial yang lebih baik.
(Red)











