Semarang, binnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang mulai melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.437 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah Kota Semarang.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Tjahyono, S.ST., M.Si., menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS untuk memotret kondisi dan struktur perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
“Sensus Ekonomi bertujuan mendata seluruh pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pertambangan, industri, konstruksi, perdagangan hingga jasa. Dari data tersebut nantinya dapat diketahui bagaimana struktur perekonomian di suatu wilayah, termasuk Kota Semarang,” ujar Rudi, kamis (18/6).
Menurutnya, pendataan tidak hanya dilakukan terhadap unit usaha, tetapi juga keluarga yang berpotensi memiliki aktivitas usaha yang belum teridentifikasi secara kasat mata. Selain itu, petugas juga melakukan pemutakhiran informasi sosial ekonomi masyarakat.
Rudi mengatakan para petugas yang bertugas merupakan mitra statistik yang direkrut dari masyarakat umum melalui proses seleksi. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, lulusan perguruan tinggi, hingga ibu rumah tangga.
“Sebelum turun ke lapangan, seluruh petugas telah mendapatkan pelatihan dan pembekalan. Mereka juga dilengkapi surat tugas, kartu identitas petugas, serta rompi sebagai tanda pengenal resmi,” katanya.
Pada hari pertama pelaksanaan, petugas diwajibkan melakukan koordinasi dan perizinan kepada pemangku wilayah setempat, seperti lurah, ketua RW, dan ketua RT sebelum melakukan pendataan kepada masyarakat.
Pendataan dilakukan di sekitar 11.300 Satuan Lingkungan Setempat (SLS) atau RT yang ada di Kota Semarang. Setiap petugas rata-rata menangani 10 hingga 20 RT.
BPS berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima kedatangan petugas serta memberikan jawaban yang benar dan jujur. Menurut Rudi, partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.
“Data yang berkualitas akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya di sektor perekonomian,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga bagi pelaku usaha untuk melihat peluang pengembangan dan ekspansi usaha berdasarkan kondisi ekonomi di masing-masing wilayah.
Pada pagi ini, kamis (18/6), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi Jawa Tengah yang digelar di Lapangan Simpang Lima Semarang. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Kepala BPS Republik Indonesia, Dr. Sony Harry Wibowo Arimadji.
Melalui apel siaga tersebut, diharapkan petugas semakin siap menjalankan tugas di lapangan serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data. (Hardi)










