Jakarta, binnews.id – WhatsApp mengakui adanya kesalahan pada sistem yang menyebabkan sejumlah akun pengguna di Indonesia terdampak pemblokiran. WhatsApp menyatakan persoalan tersebut merupakan kesalahan sistem yang terjadi secara global dan bukan tindakan yang secara khusus menargetkan pengguna maupun Indonesia.
Kepala Kebijakan Publik WhatsApp dan Messenger Asia Pasifik, Esther Samboh, menyampaikan penjelasan tersebut setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanggil pihak Meta untuk memberikan klarifikasi terkait pemblokiran sejumlah akun WhatsApp di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Salah satu akun yang disebut terdampak adalah milik Supriyono alias Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam klarifikasi tersebut, akun Supriyono dilaporkan mengalami pemblokiran pada Minggu (23/8/2026).
Esther menjelaskan, WhatsApp menggunakan sejumlah sistem dan sinyal untuk mendeteksi perilaku yang dinilai melanggar ketentuan layanan. Sistem tersebut, kata dia, diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pengguna dan mencegah penyalahgunaan platform.
Namun, dalam proses pendeteksian tersebut, terjadi kesalahan sistem yang menyebabkan sejumlah akun pengguna yang dinilai tidak bermasalah ikut terdampak.
“Dalam melakukan proses penangkapan akun-akun yang tidak baik ini, kemudian sistem kami melakukan kesalahan dalam melakukan penangkapan akun-akun yang tidak baik ini,” ujar Esther dalam keterangannya di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurut Esther, WhatsApp kemudian melakukan langkah mitigasi setelah mengetahui adanya kesalahan tersebut. Sejumlah akun yang terdampak akibat kesalahan sistem juga mulai dipulihkan.
Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, persoalan itu merupakan kesalahan sistem yang berlangsung secara global.
“Hal ini terjadi secara global, bukan hanya upaya secara koordinasi untuk Indonesia. Ini memang kesalahan sistem yang terjadi secara global dan tidak ada upaya untuk menarget Indonesia di sini,” ujarnya.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, pemblokiran akun yang dialami sejumlah pengguna perlu dilihat berdasarkan informasi dan penjelasan dari pihak WhatsApp. Tidak tepat menyimpulkan adanya tindakan penargetan terhadap individu atau kelompok tertentu tanpa bukti dan keterangan yang dapat diverifikasi.
Pihak terkait diharapkan memastikan proses pemulihan akun serta memberikan penjelasan yang transparan kepada pengguna yang terdampak, terutama apabila pemblokiran terjadi akibat kesalahan sistem. (Red)

















