Medan, binnews.id – Maraknya aksi geng motor dan tindak kriminalitas di kalangan remaja mendorong DPD Warga Peduli Sekitar (Wa Pesek) Kota Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Cegah Budaya Geng Motor, Anarkis dan Kriminalitas di Kalangan Remaja Demi Mewujudkan Generasi yang Cerah”. Acara berlangsung di Raja Kupi, Medan, dan dihadiri sekitar 150 orangtua.
Diskusi menghadirkan dua narasumber:
Indra Buana Tanjung, SH, CEA – Direktur Komite Integrasi Anak Bangsa (KIRAB) dan praktisi hukum
Drs. Ubahsari Purba – Penatua dan pendidik senior
Jefri Haryuda, Ketua DPD Wa Pesek Kota Medan, menegaskan bahwa peran orangtua sangat krusial dalam mengatasi kenakalan remaja:
“Orang tua tidak bisa hanya menyerahkan pendidikan kepada guru. Setelah anak pulang dari sekolah, tanggung jawab kita sebagai orang tua dimulai. Jangan biarkan mereka masuk dalam lingkungan geng motor yang terorganisir,” tegasnya.
Ia juga menyuarakan dorongan agar korban begal dan geng motor mendapat jaminan BPJS:
“Kami akan terus menyuarakan aspirasi warga ke DPRD agar korban kriminalitas juga mendapat perlindungan negara, khususnya melalui BPJS kesehatan,” tambah Jefri.
Indra Buana Tanjung dalam paparannya menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ketertiban:
“Tawuran dan geng motor bukan isu lokal lagi, ini sudah nasional. Kepolisian butuh dukungan warga untuk menciptakan Kamtibmas. Ini tanggung jawab bersama, bukan satu pihak saja,” jelasnya.
Drs. Ubahsari Purba menekankan bahwa pendidikan karakter harus dimulai dari rumah:
“Keluarga adalah tempat pertama dan utama untuk membentuk nilai anak. Sekolah hanya beberapa jam, tapi waktu anak lebih banyak di luar. Orang tua harus bangun komunikasi dan tanamkan nilai agama sejak dini,” katanya.
Melalui FGD ini, Wa Pesek berharap masyarakat, khususnya para orang tua, lebih peduli dan aktif dalam mencegah pengaruh negatif geng motor, serta membentuk generasi muda yang bertanggung jawab, religius, dan cinta damai.











