Jakarta, binnews.id — Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menetapkan dua kategori pelanggaran terhadap tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan saat aksi unjuk rasa di Jakarta.
Karo Wabprof Divpropam Polri, Brigjen Pol Agus Wijayanto, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan internal membagi pelanggaran anggota tersebut ke dalam dua kategori, yakni pelanggaran etik berat dan pelanggaran sedang.
“Dua anggota yang duduk di kursi depan kendaraan taktis ditetapkan melanggar etik berat, sementara lima anggota lainnya yang berada di kursi belakang dikenakan pelanggaran sedang,” ujar Agus di Jakarta, Senin (1/9/2025).
Kronologi Singkat
Peristiwa ini terjadi saat massa pengemudi ojol menggelar aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh. Dalam situasi tersebut, sebuah kendaraan taktis Brimob melaju dan menabrak Affan Kurniawan hingga meninggal dunia. Kasus ini memicu gelombang protes besar dari komunitas ojol dan mahasiswa di sejumlah daerah.
Tindak Lanjut Propam
Propam memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan profesional. Sanksi etik hingga disiplin akan diputuskan setelah sidang kode etik. Kemungkinan pemecatan juga terbuka jika terbukti melakukan pelanggaran berat.
“Polri berkomitmen menindak tegas setiap pelanggaran anggota, apalagi jika sampai menimbulkan korban jiwa,” tegas Brigjen Agus.
Dengan pembagian kategori pelanggaran ini, publik diharapkan dapat melihat keseriusan institusi Polri dalam menegakkan aturan internal dan memberikan rasa keadilan, baik bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.
(red)











