Tel Aviv – Krisis di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan terbesar dalam dua dekade terakhir ke wilayah Israel pada Jumat malam, 13 Juni 2025. Dalam serangan itu, Iran menembakkan lebih dari 150 rudal balistik dan 100 drone tempur ke berbagai kota besar di Israel, termasuk Tel Aviv, Ramat Gan, Rishon LeZion, dan Yerusalem.
Serangan ini dilakukan sebagai pembalasan atas kematian komandan senior Garda Revolusi Iran yang tewas akibat serangan udara Israel di Suriah beberapa hari sebelumnya.
Kronologi Serangan
- Pukul 22.45 waktu setempat, sirene peringatan serangan udara terdengar di sebagian besar wilayah tengah dan utara Israel.
- Iran mengumumkan operasi militer langsung dan mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran rudal serta drone.
- Sistem pertahanan Iron Dome dan rudal pertahanan udara milik AS yang berada di kawasan berhasil menggagalkan sebagian besar ancaman.
- Namun, sejumlah rudal tetap jatuh di area permukiman:
Sebuah apartemen di Ramat Gan terbakar setelah terkena ledakan langsung.
Listrik padam di sebagian wilayah Tel Aviv akibat gangguan infrastruktur.
Setidaknya 3 orang tewas dan lebih dari 60 lainnya luka-luka, termasuk anak-anak.
Pernyataan Resmi Perdana Menteri Israel
Dalam konferensi pers darurat yang disiarkan langsung dari Bunker Keamanan Nasional Yerusalem, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengutuk keras serangan tersebut:
“Apa yang dilakukan Iran malam ini adalah deklarasi perang. Israel tidak akan tinggal diam. Kami akan merespons dengan kekuatan penuh untuk mempertahankan rakyat dan negara kami,” tegas Netanyahu.
Ia menambahkan, “Kami telah meluncurkan operasi militer skala penuh untuk menghancurkan infrastruktur militer dan nuklir Iran. Dunia harus tahu: siapa pun yang menyerang Israel akan menanggung konsekuensinya.”
Serangan Balasan Israel
Tak lama setelah serangan Iran, militer Israel meluncurkan operasi udara ke wilayah Iran, menargetkan:
- Fasilitas nuklir Natanz dan Isfahan
- Markas besar Pasukan Quds
- Pangkalan udara militer di dekat Shiraz
Gambar satelit menunjukkan asap mengepul dari fasilitas industri di Iran tengah. Belum ada laporan resmi dari Teheran mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan balasan ini.
Dampak Regional & Internasional
Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis menyerukan penahanan diri, meskipun mendukung “hak Israel untuk membela diri.”
Yordania dan Uni Emirat Arab mulai mengevakuasi diplomat dari Tel Aviv.
Harga minyak dunia melonjak 5%, sementara bursa saham di Asia dan Eropa terkoreksi tajam akibat kekhawatiran eskalasi.
Bandara Ben Gurion di Tel Aviv menutup sementara seluruh penerbangan sipil.
Ringkasan Serangan
Tanggal serangan 13 Juni 2025 (malam hari)
Jenis serangan >150 rudal balistik + >100 drone tempur
Wilayah terdampak Tel Aviv, Ramat Gan, Rishon LeZion, Yerusalem
Korban jiwa 3–4 orang tewas, >60 terluka
Kerusakan Apartemen terbakar, listrik padam, warga mengungsi
Respon Israel Serangan balasan ke fasilitas militer dan nuklir Iran
Pernyataan resmi Netanyahu: “Iran telah mendeklarasikan perang pada Israel”
Respon dunia Kecaman terbatas, imbauan deeskalasi, waspada risiko konflik regional
Situasi Terkini
Hingga Sabtu siang, status darurat masih berlaku di sebagian besar kota Israel. Militer cadangan telah dimobilisasi, dan ruang-ruang perlindungan dibuka untuk umum.
Di Iran, belum ada pernyataan gencatan senjata. Analis menyebut kondisi ini sebagai titik kritis yang bisa memicu perang terbuka antara dua kekuatan besar di Timur Tengah.
(Red)











