SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program Kempling Semar (Ketahanan Pangan Keliling Semarang). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman inflasi harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Peluncuran berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Semarang Tengah dan ditandai dengan digelarnya Gerakan Pangan Murah yang disambut antusias oleh warga.
Detail Program
Sebanyak 8 unit mobil pangan keliling akan beroperasi setiap hari hingga akhir 2025, menjangkau empat titik RW di 177 kelurahan Kota Semarang.
Setiap mobil membawa komoditas pangan seperti beras, cabai, telur, dan bahan pokok lainnya dengan harga lebih terjangkau dibanding pasar umum.
Sistem pengawasan harga dilakukan setiap malam. Jika ditemukan lonjakan harga di satu wilayah, mobil Kempling Semar akan segera dikirim ke lokasi tersebut pada pagi harinya.
Tujuan Utama
Menekan laju inflasi pangan yang pada Juni 2025 tercatat mencapai 2,18% secara tahunan (year-on-year).
Memberikan akses pangan murah dan terjangkau langsung ke permukiman warga.
Meningkatkan efektivitas intervensi pasar dengan sistem distribusi berbasis data dan pemantauan cepat.
Respons Pihak Terkait
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan:
“Program ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga terjangkau, tapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengontrol fluktuasi pasar secara langsung”, jum’at, (10/7/25).
Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari, menambahkan:
“Kita butuh sinergi konkret seperti ini untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan strategis, terutama di daerah urban.”
Kehadiran Kempling Semar menjadi bukti bahwa upaya pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, namun juga dapat dilaksanakan secara langsung oleh pemerintah daerah dengan pendekatan yang responsif dan menyentuh kebutuhan warga. Dengan mobil pangan keliling yang aktif menyisir titik-titik padat penduduk, Pemkot Semarang optimis dapat menciptakan stabilitas harga dan distribusi yang merata, serta membawa dampak positif pada kesejahteraan masyarakat.
(Red).











