BOGOR — Sebuah unggahan viral memperlihatkan rumah milik seorang warga di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang tengah dipasangi stiker penerima bantuan sosial (bansos). Warga bernama Mulyono itu diketahui tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Namun kondisi rumah yang terlihat luas, berkeramik, memiliki daya listrik di atas 450 watt, serta adanya sebuah mobil terparkir di garasi membuat publik mempertanyakan ketepatan sasaran bantuan, terutama bagi kategori miskin ekstrem.
Pendamping PKH Kecamatan Ciomas, Ramdhan, membenarkan bahwa warga tersebut memang terdaftar sebagai KPM. Namun, setelah dilakukan verifikasi terbaru, yang bersangkutan mengundurkan diri secara sukarela.
“Warga Desa Pagelaran itu terdaftar sejak tahun 2020 saat Covid-19, dan berprofesi sebagai fotografer. Ia penerima bantuan sembako, PBI, dan BLT Kesra. Kini bantuannya sudah diputus,” ujar Ramdhan, Senin (24/11/25).
Ia menjelaskan, data penerima bantuan pada masa pandemi banyak berasal dari aplikasi Sapa Warga, saat sebagian besar masyarakat kehilangan penghasilan sehingga masuk kategori terdampak Covid-19.
Sebagai bentuk kontrol sosial, pemerintah kini mewajibkan pemasangan stiker penerima bansos di rumah setiap KPM. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat bisa ikut mengawasi apakah penerima bantuan benar-benar layak.
Selain itu, sistem terbaru juga memungkinkan penghentian bansos secara otomatis apabila penerima terdeteksi memiliki pajak kendaraan aktif, tagihan listrik tinggi, kepemilikan tanah/rumah bersertifikat, transaksi judi online, atau terlibat pinjaman online.
Pihak kecamatan memastikan evaluasi data penerima akan terus dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
(Red)











