SEMARANG – Suasana penuh keakraban dan keceriaan terasa dalam apel halalbihalal Hari Raya Idulfitri 1447 H/ 2026 M yang diikuti seluruh pejabat beserta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Senin (30/3).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.
Menurutnya, sebagai titik sentral di Jawa Tengah, Kota Semarang sempat mengalami peningkatan mobilitas yang cukup tinggi, meski secara umum kondisi lalu lintas tetap terkendali.
“Warga Kota Semarang senang, meskipun ada sedikit kemacetan tetapi masih tergolong lancar. Kejadian-kejadian istimewa juga tidak banyak,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari jajaran kepolisian hingga pemerintah daerah di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi.
“Proses pengendalian yang disiapkan oleh Polri, Polda Jateng, Polrestabes Semarang, serta seluruh komponen pemerintah berjalan sangat lancar,” katanya.
Agustina juga menyebut sejumlah titik strategis seperti GT Kalikangkung, Bawen, akses menuju Demak, hingga wilayah Pedurungan relatif dalam kondisi terkendali, meskipun di beberapa titik sempat terjadi perlambatan arus.
Lebih lanjut, dirinya menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap menjalankan tugas selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
“Saya berterima kasih kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya tidak libur di hari raya. Semoga mendapatkan waktu libur setelahnya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi masyarakat Kota Semarang yang dinilai mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemudik.
Menurutnya, banyak pemudik yang singgah meski hanya sebentar untuk berwisata maupun berbelanja, sehingga turut meningkatkan daya tarik Kota Semarang.
“Banyak yang mampir, menikmati Kota Lama, berfoto di Lawang Sewu, atau menikmati kuliner, meskipun tidak menginap. Itu sudah menjadi anugerah bagi Kota Semarang,” tuturnya.
Terkait kinerja ASN, Agustina menegaskan bahwa meskipun terdapat masa libur panjang, para ASN tetap menjalankan fungsi pemantauan, terutama menghadapi potensi bencana dan lonjakan aktivitas masyarakat selama Lebaran.
Ia menyebut, kondisi cuaca yang tidak menentu menjelang Lebaran sempat memicu sejumlah kejadian seperti tanah longsor, jalan rusak, hingga genangan banjir yang membutuhkan perhatian serius.
“ASN memang libur, tetapi tidak sepenuhnya. Mereka tetap memantau situasi melalui koordinasi, termasuk lewat grup komunikasi yang telah dibentuk,” jelasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemkot Semarang dinilai mampu menjaga stabilitas wilayah selama masa Lebaran, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. (Red)











