ADVERTISEMENT
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact
BIN NEWS
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi
No Result
View All Result
BIN NEWS
ADVERTISEMENT
Home News

Ombudsman Temukan Maladministrasi Tata Kelola Beras: Potensi Merugikan Negara Rp7 Triliun

Redaksi by Redaksi
06/09/2025
in News
0
Ombudsman Temukan Maladministrasi Tata Kelola Beras: Potensi Merugikan Negara Rp7 Triliun

Jakarta, binnews.id – Anggota Ombudsman RI (ORI), Yeka Hendra Fatika memaparkan penyebab minimnya pupuk bersubsidi di Padang, Sumbar
Ombudsman RI menyebut buruknya tata kelola cadangan beras pemerintah yang berpotensi menimbulkan kerugian negara nyaris Rp7 triliun. Gara-gara kualitas beras anjlok karena terlalu lama disimpan di gudang Perum Bulog.

Yeka Hendra Fatika mengira, potensi kerugian negara akibat maladministrasi tata kelola cadangan beras pemerintah (CBP), mencapai Rp7 triliun.

Related posts

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

Hukum Tumpul ke Kiri, Tajam ke Kanan. Kasus Saling Lapor di Nias Menjadi Sorotan publik

16/04/2026
Polres Padanglawas Diduga Tebang Pilih Kasus

Polres Padanglawas Diduga Tebang Pilih Kasus

14/04/2026

“Salah satu penyebab potensi kerugian negara itu, adalah penurunan kualitas beras hingga tidak layak konsumsi alias pembuangan. Itu terjadi karena stok beras terlalu banyak menumpuk di gudang (Bulog),” papar Yeka di Jakarta, dikutip Kamis (4/9/2025).

Menurut Yeka, sebanyak 300 ribu ton beras disimpan di gudang Perum Bulog, terancam dibuang. Alhasil, potensi kerugian negara akibat hal itu, mencapai Rp4 triliun. Merujuk Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang ditetapkan Rp12.500 per kilogram (kg).

“Rp4 triliun itu dari stok sekali pakai. Stok sekali pakai itu, angkanya misalnya kalau terjadi 300 ribu ton. Nah, 300 ribu ton itu tentunya angkanya dari mana, kami punya datanya,” kata Yeka.


Penyebab potensi kerugian lainnya, kata Yeka, adalah biaya tinggi di Perum Bulog. Pemicu biaya tinggi karena kebijakan Bulog membeli gabah any quality, yaitu menyerap gabah petani tanpa memandang kualitasnya.

“Any quality ini kan penanganannya, kadar airnya mengatakan jelek sehingga ongkos biaya produksinya menjadi lebih mahal,” imbuh Yeka.

Selain itu, Yeka mengatakan potensi kerugian negara juga disebabkan oleh beberapa penyebab lainnya yang masih akan ditelusuri. Potensi kerugian yang disebabkan beberapa masalah tersebut diperkirakan mencapai Rp3 triliun.

“Tentunya kerugian ini menjadi yang nanti satu-satu akan disisir. Angkanya ditaksir sekitar Rp2,5 triliun-Rp3 triliun,” kata Yeka.

Dengan demikian, total potensi kerugian akibat maladministrasi tata kelola beras versi Ombudsman mencapai Rp6,5 triliun hingga Rp7 triliun.

Sebelumnya, pengelolaan beras menjadi perhatian masyarakat setelah kenaikan harga dan kelangkaan pasokan di pasaran. Dua hal itu terjadi seiring penanganan kasus beras oplosan oleh Satgas Pangan Polri.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras masih naik di 214 kabupaten/kota pada Agustus 2025.

Inflasi beras secara bulanan tercatat 0,73 persen, lebih rendah dari bulan Juli 2025. BPS menyebut sebagian besar daerah masih melaporkan harga beras di atas harga acuan pemerintah, terutama di wilayah luar Jawa.

(Red)
 

Previous Post

DPR RI Respon 17+8 Tuntutan Rakyat, Hentikan Tunjangan Perumahan Rp50 Juta dan Batasi Perjalanan Luar Negeri

Next Post

Dana Rp25 Juta per RT di Semarang Dinilai Berisiko Disalahgunakan

Next Post
Dana Rp25 Juta per RT di Semarang Dinilai Berisiko Disalahgunakan

Dana Rp25 Juta per RT di Semarang Dinilai Berisiko Disalahgunakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM PHOTOS

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

FOLLOW US

Currently Playing

RECOMMENDED NEWS

Pengedar Obat Terlarang Ditangkap, Satresnarkoba Polresta Banyumas Amankan 6.224 Butir Psikotropika

Pengedar Obat Terlarang Ditangkap, Satresnarkoba Polresta Banyumas Amankan 6.224 Butir Psikotropika

3 bulan ago
GRIB Jaya PAC Banyumanik Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan: 500 Paket Takjil Dibagikan kepada Masyarakat

GRIB Jaya PAC Banyumanik Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan: 500 Paket Takjil Dibagikan kepada Masyarakat

1 tahun ago
Wartawan Korban Kekerasan Pengawal Ketua Dewas RSUD Pati Resmi Lapor ke Polres

Wartawan Korban Kekerasan Pengawal Ketua Dewas RSUD Pati Resmi Lapor ke Polres

8 bulan ago
Hari Pertama Ops Lilin Candi 2025, Satgas Gakkum Polres Sragen Bongkar Dua TKP Curanmor dan Jaringan Pencurian Burung, 5 Orang Pelaku Diamankan

Hari Pertama Ops Lilin Candi 2025, Satgas Gakkum Polres Sragen Bongkar Dua TKP Curanmor dan Jaringan Pencurian Burung, 5 Orang Pelaku Diamankan

4 bulan ago

BROWSE BY CATEGORIES

  • Advetorial
  • Culture
  • Dinner
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Events
  • Headline
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Jakarta
  • Jawa Tengah
  • Kisah Hidup
  • Kota Semarang
  • National
  • News
  • Olahraga
  • Opini
  • People
  • Peristiwa
  • Politik
  • Polri
  • TNI
  • Tokoh
  • Travel
  • Uncategorized

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H.

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN

No Result
View All Result
  • Kota Semarang
  • Jawa Tengah
  • Internasional
  • Polri
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Tokoh
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Olahraga
  • Opini
  • Serba-Serbi

© 2024 BINNEWS.ID | PT. ARDI MEDIA INDEPENDEN