Demi melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA, Nida, seorang pelajar asal Jakarta, harus meninggalkan kampung halamannya dan tinggal bersama kakak sulungnya di Kota Semarang.
Nida adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia sebelas tahun lalu, kehidupan keluarga mereka mengalami banyak perubahan. Selama Nida menempuh pendidikan di tingkat SLTP, sang ibu masih mampu membiayai kebutuhan sekolah dari uang pensiun almarhum ayahnya yang pernah bekerja di Departemen Dalam Negeri.
Namun seiring berjalannya waktu, kebutuhan hidup yang semakin meningkat membuat sang ibu kesulitan memenuhi seluruh kebutuhan keluarga di Jakarta. Demi memastikan pendidikan Nida tetap berlanjut, kakak sulungnya, Risan, memutuskan untuk membantu.
Kini, Nida tinggal bersama Risan yang bekerja di Semarang, bersama istri dan anak-anaknya. Seluruh biaya sekolah dan kebutuhan hidup Nida ditanggung oleh sang kakak.
Sebagai anak bungsu yang selama ini dekat dengan ibunya, kehidupan baru di Semarang bukanlah hal yang mudah. Ia harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menjalani kehidupan yang lebih mandiri, dan menahan rindu kepada keluarga yang jauh di Jakarta.
Suatu sore, saat melihat adiknya yang masih tampak canggung dengan kehidupan barunya, Risan berkata dengan lembut,
“Nida, sekarang kamu harus belajar mandiri, karena kamu jauh dari ibu kita.”
Nida mengangguk pelan.
“Iya, Kak,” jawabnya singkat.
Meski sederhana, jawaban itu menyimpan tekad besar. Di balik usianya yang masih muda, Nida memahami bahwa perjuangan menuntut ilmu terkadang menuntut pengorbanan. Tidak semua anak berkesempatan bersekolah dekat dengan orang tua. Ada yang harus menempuh jarak, menahan rindu, bahkan meninggalkan kenyamanan rumah demi masa depan yang lebih baik.
Kisah Nida mengingatkan bahwa pendidikan sering kali lahir dari perjuangan. Di balik seragam sekolah yang dikenakan setiap hari, ada doa seorang ibu, pengorbanan seorang kakak, dan semangat seorang anak yang berusaha meraih cita-citanya meski harus tinggal jauh dari keluarga tercinta.
(Hrd)











